26 Februari 2016

MAKALAH INOVASI PEMBELAJARAN SAINS SEDERHANA

Standard
MAKALAH
INOVASI PEMBELAJARAN SAINS SEDERHANA

SAINS SEDERHANA KOMPOR UDARA

MENGENALKAN SAINS SEDERHANA
UDARA MENEMPATI RUANG PADA ANAK
USIA DINI MELALUI MEDIA KOMPOR UDARA


Disusun Oleh :
SUPRIHATIN, S.Pd.I
NUPTK: 4055756657300013



BAB 1
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Anak usia dini merupakan masa dimana anak selalu mencari informasi mengenai apapun yang ingin diketahui. Pada masa ini anak dikenal dengan memiliki sifat rasa ingin tahu yang tinggi pada segala hal. Tentunya masa ini harus dioptimalkan dengan baik oleh guru dan orangtua agar anak menjadi pribadi yang cerdas dimasa mendatang.
Pendidikan anak usia dini tidak hanya pembelajaran matematika, bahasa keterampilan, gambar, dan lain-lain yang diberikan melainkan juga pembelajaran sains, yang mana sains itu sendiri adalah proses pengamatan, berfikir, dan merefleksikan aksi dan kejadian/peristiwa. Sedangkan sains bagi anak usia dini adalah suatu ilmu yang disusun secara sistematis yang terdiri dari konsep-konsep sains yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam yang ada disekitar anak atau dekat dengan anak, seperti tenggelam, mengapung, pelangi, matahari, bulan, banjir, macam-macan rasa, perubahan warna suatu zat, udara dan lain-lain.
Pengenalan sains untuk anak pra sekolah lebih ditekankan pada proses daripada produk. Untuk anak prasekolah keterampilan proses sains hendaknya dilakukan secara sederhana sambil bermain. Kegiatan sains memungkinkan anak melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda, baik benda hidup maupun benda tak hidup yang ada disekitarnya. Anak belajar menemukan gejala benda dan gejala peristiwa dari benda-benda tersebut. Sains juga melatih anak menggunakan lima inderanya untuk mengenal berbagai gejala benda dan gejala peristiwa. Anak dilatih untuk melihat, meraba, membau, merasakan dan mendengar. Semakin banyak keterlibatan indera dalam belajar, anak semakin memahami apa yang dipelajari. Melalui proses sains, anak dapat melakukan percobaan sederhana. Percobaan tersebut melatih anak menghubungkan sebab dan akibat dari suatu perlakuan sehingga melatih anak berpikir logis.
Berdasarkan Permendiknas Nomor. 58 Tahun 2009 Tentang Standar Pendidikann Anak Usia Dini, pembelajaran sains bagi Anak Usia Dini dimulai pada tingkat pencapaian perkembangan anak Usia 3-4 tahun dan dapat dikembangkan secara maksimal pada usia 5-6 tahun. Permainan sains untuk anak usia dini difokuskan pada pembelajaran mengenai diri sendiri, alam sekitar dan gejala alam. Permainan sains diharapkan dapat (1) Membantu pemahaman anak tentang konsep sains dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari, (2) Membantu menumbuhkan minat pada anak usia dini untuk mengenal dan mempelajari benda-benda serta kejadian sekitarnya, (3) Membantu anak agar mampu menerapkan berbagai konsep sains untuk menjelaskan gejala-gejala akan alam dan memecahkan masalah dalam kehidupan.
Pembelajaran di Taman Kanak-kanak atau yang sederajat biasanya mengenalkan udara yang merupakan salah satu sub pokok pembahasan dalam tema air, udara, api. Namun pemahaman anak terhadap tema tersebut masih terbatas khususnya tema udara dikarenakan cara berpikirnya masih bersifat pada hal-hal yang konkrit atau nyata. Pada tema udara anak perlu mengetahui sifat udara yang tentunya materi yang akan disampaikan sulit dipahami anak. Oleh karena itu dibutuhkan media yang mampu memberikan penjelasan tentang sifat udara.
Dari uraian di atas mucul permasalahan yang perlu dicari penyelesaiannya, yaitu sains yang bagaimana yang bisa diajarkan kepada anak usia dini dalam kegiatan pembelajaran mengenal sifat udara. Oleh karena itu penulis membuat sains sederhana yaitu melalui percobaan dengan menggunakan ”Kompor Udara”
Percobaan Kompor Udara ini disajikan dalam kegiatan yang efektif, menyenangkan, menarik dan bermakna bagi Anak Usia Dini. Karena penyajian yang menarik perhatian anak maka diharapkan  Anak Usia Dini dengan mudah memahami konsep sains sederhana tentang sifat udara.

B.       Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam laporan penelitian ini adalah membuat karya inovatif yang digunakan dalam proses pembelajaran berupa Kompor Udara  untuk mengenalkan sifat udara.

C.      Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.    Pengembangan pembelajaran sains sederhana di PAUD/TK
2.    Memberikan informasi bahwa udara memiliki sifat-sifat tertentu.
3.    Membantu guru dalam memperkenalkan konsep sains sederhana pada Anak Usia Dini

D.      Manfaat
Makalah ini bermanfaat untuk :
1.    Menambah wawasan
2.    Memberikan informasi tentang sains pada anak dan guru
3.    Mengenalakan sains pada anak usia dini sejak dini
4.    Menambah pengetahuan guru tentang sains di TK/RA

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian
1.    Pengertian Sains
Kata sains berasal dari bahasa Latin scienta yang berarti “pengetahuan” atau “mengetahui”. Dari kata ini terbentuk kata science (Inggris). Sains dalam pengertian sebenarnya adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomena alam sehingga rahasia yang dikandungnya dapat diungkap dan dipahami. Dalam usaha mengungkap rahasia alam tersebut, sains melakukannya dengan menggunakan metode ilmiah.
Sains secara umum dapat diartikan ilmu yang teratur (sistematik) yang dapat diuji atau dibuktikan kebenarannya, berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (misalnya : fisika, kimia, biologi). Sains juga diartikan sebagai suatu cabang ilmu yang mengkaji sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta dengan cara sistematik dan serasi dengan hokum-hukum umum dilandasi peradaban dunia modern. Sains merupakan suatu proses untuk mencari dan menemukan suatu kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakikat makhluk.
Mulyadi Kartanegara beranggapan bahwa ilmu pengetahuan secara bahasa adalah science berarti "keadaan atau fakta mengetahui dan sering diambil dalam arti pengetahuan (knowledge) yang kontras terhadap intuisi dan kepercayaan. Ilmu pengetahuan yang dimaksud dengan sains (science) adalah ilmu pengetahuan ilmiah atau pengetahuan yang bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan, memenuhi syarat ilmu pengetahuan (KBBI).
Sains memiliki ciri-ciri tertentu. Beberapa ciri sains tersebut adalah sebagai berikut: 1) Objek kajiannya sains berupa benda-benda konkret; 2) Sains mengembangkan pengalaman-pengalaman empiris; 3) Sains menggunakan langkah-langkah sistematis; 4) Hasil/produk sains bersifat objektif; 5) Sains menggunakan cara berpikir logis; 6) Hukum-hukum yang dihasilkan sains bersifat universal

2.    Pengertian Udara dan Sifatnya
Udara dapat didefinisikan campuran berbagai gas yang tidak berwarna dan tidak berbau yang memenuhi ruang diatas permukaan bumi. Apabila dipanaskan,udara akan memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi tekanan udara turun karena udaranya berkurang.Udara dingin mengalir ketempat udara yang bertekanan udarah rendah lalu akan menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah, diatas tanah udara menjadi panas dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan tutunnya udara dingin ini dinamakan “konveksi”. Manusia serta makhluk hidup lainnya memerlukan udara untuk bernafas, walaupun memiliki perbedaan cara penggunaan organ penafasannya (paru-paru, insang, kulit, da trakea)
Udara merupakan komponen lingkungan yang tidak bisa dilihat dan hanya bisa dirasakan keberadaannya. Namun karena udara juga termasuk salah satu materi (benda yang memiliki massa dan memerlukan ruangan) maka ketika kita akan mengkontruksi konsep tentang udara dan sifat-sifatnya memerlukan alat bantu.
Beberapa sifat udara antara lain:
1.         Udara berbentuk gas
2.         Udara menempati ruang
3.         Udara memiliki massa (berat).
4.         Udara mempunyai tekanan
5.         Udara memuai jika dipanaskan
6.         Udara menyusut jika didinginkan
7.         Udara berhembus dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah.
8.         Ada di mana-mana, tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan.
9.         Bentuk, volum, dan berat jenisnya selalu berubah.
10.     Memberikan tekanan.
11.     Mengembang bila dipanaskan dan menyusut bila didinginkan.
12.     Udara panas mempunyai tekanan yang lebih rendah dari pada udara dingin.
13.     Udara yang bergerak memiliki tekanan yang lebih rendah dari pada udara diam.

3.    Pentingnya Pembelajaran Sains pada Anak Usia Dini
Masa usia dini adalah masa yang tepat  untuk penanaman pembelajaran yang berkesan, karena anak bersifat aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Hal ini diharapkan pengalaman yang mereka terima akan benar-benar mereka bawa sampai dewasa nanti. Pembelajaran sains yang menyeluruh tentang alam ini menyebabkan sains seharusnya dapat diberikan sejak seseorang berusia dini (Nugraha, 2005: 7).
Produk sains meliputi fakta, konsep, teori, prinsip dan hukum. Untuk anak prasekolah fakta dan konsep sederhana dapat dipelajari melalui kegiatan bermain.
Benda-benda yang digunakan bermain dalam kegiatan pembelajaran adalah benda yang konkrit (nyata). Pendidik tidak dianjurkan untuk menjejali anak dengan konsep-konsep abstrak. Pendidik sebaiknya menyediakan berbagai benda dan fasilitas lainnya yang diperlukan agar anak dapat menemukan sendiri konsep tersebut. Anak usia 4-6 tahun masih sulit menghubungkan sebab akibat yang tidak terlihat secara langsung karena pikiran mereka yang bersifat transduktif. Anak tidak dapat menghubungkan sebab-akibat yang tidak terlihat secara langsung. Jika anak melihat peristiwa secara langsung, membuat anak mampu mengetahui hubungan sebab akibat yang terjadi. Sains kaya akan kegiatan yang melatih anak menghubungkan sebab akibat. Dalam hal ini difokuskan hanya tentang sifat udara, yaitu udara menempati ruang dan udara memberikan tekanan.
Dalam pembelajaran sains ini, anak juga berlatih menggunakan alat untuk melakukan percobaan. Dengan demikian kemampuan intelektual anak berkembang.
Dari uraian di atas dapat ditarik pengertian bahwa sains membiasakan anak-anak mengikuti tahap-tahap eksperimen dan sains dapat melatih mental positif, berpikir logis, dan urut (sistematis). Di samping itu, dapat pula melatih anak bersikap cermat, karena anak harus mengamati, menyusun prediksi, dan mengambil keputusan.

4.    Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Sains menggunakan Kompor Udara
Meskipun dalam penggunaan kompor udara sangat dibutuhkan guru dan siswa dalam membantu kegiatan pembelajaran mengenal sifat udara, namun secara umum terdapat beberapa kelebihan dan kelemahan dalam penggunaannya. Diantara kelebihan kompor udara yaitu:
1      Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka) karena pada dasarnya anak usia dini masih berfikir yang konkrit
2      Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera
3      Konsep yang terlalu luas (sifat udara) dapat di visualkan dalam bentuk eksperimen yang dapat langsung dilihat hasilnya
4      Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi sifat pasif anak didik dapat diatasi.
5      Kompor udara dengan bentuk yang sederhana dan tanpa bahan kimia dalam eksperimen, aman untuk kegiatan anak
6      Menimbulkan kegairahan belajar dan memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.

Ada beberapa kelemahan sehubungan dalam penggunaan kompor udara, yaitu:
1      Penggunaan kompor udara dalam pembelajaran memakan waktu yang banyak
2      Ukuran yang terbatas maka akan memnyulitkan kegiatan pembelajaran dalam kelompok besar.
3      Kegiatan menggunakan kompor udara untuk mengenal sifat udara ini memerlukan alat dan fasilitas yang lengkap jika kurang salah satu padanya, eksperimen akan gagal.

B.       Langkah-langkah Pelaksanaan
1.    Rancangan Alat
Sebelum membuat peraga kompor udara, guru mengumpulkan terlebih dahulu sumber-sumber yang diperlukan, diantaranya:
a.    Silabus, yaitu rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar.
b.    Rencana Kegiatan Harian (RKH), yaitu rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus.
c.    Indkator, indikator  yang ingin dikembangkan dalam kegiatan

2.    Bahan dan Alat
Penggunaan alat dan bahan kompor udara sangatlah sederhana. Kompor udara dibuat dari bahan-bahan yang mudah dicari dan ada di lingkungan kehidupan anak, yaitu:
a.    Kardus bekas/Styrofoam
b.    Kertas warna
c.    Lem
d.   Cat Asturo
e.    Balon
f.     Torong
g.    Gunting
h.    Air Dingin


1.    Cara Pembuatan
Cara membuat kompor udara sangat sederhana, langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut:
a.    Kardus/styrofoam dipotong
b.    Kardus/ styrofoam dipotong dan bentuklah seperti kompor
c.    Kemudian tempel kardus/ styrofoam yang sudah membentuk kompor dengan kertas manila warna/cat asturo agar menggambarkan kompor yang sebenarnya
d.   Siapkan balon
e.    Siapkan torong
f.     Siapkan air dingin

2.    Cara Penggunaan
Cara menggunakan kompor udara dalam kegiatan pembelajaran tema air, udara api pada sub pembahasan udara, langkah-langkanya antara lain:
a.    Tiup balon dengan ukuran sedang/sesuai dengan tujuan percobaan
b.    Masukan ke dalam kompor
c.    Setelah balon masuk dalam kompor, lalu masukkan torong ke mulut balon, dengan posisi ujung balon masih tertutup agar udara didalam balon tidak keluar.
d.   Lalu siapkan air dingin, masukan kedalam torong
e.    Setelah semuanya siap lepaskan ujung balon sehingga udara dalam balon keluar dan menekan permukaan air sehingga air terlihat seperti mendidih.
3.    Hasil yang diperoleh dari Percobaan Kompor Udara
Dari pecobaan yang dilakukan maka jika balon berukuran kecil maka tekanan udara ke permukaan air akan lemah, gelembung air yang berada di torong sedikit juga tidak bertahan lama, tapi jika balon ditiup dengan ukuran yang lebih besar maka gelembung yang dihasilkan akan lebih kuat dan lama. Air yang terlihat mendidih merupakan bukti bahwa udara menekan dan menempati ruang.

BAB III
ANALISIS HASIL

A.      Deskripsi Hasil Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran sains sederhana mengenal sifat udara menggunakan percobaan kompor udara hasilnya adalah:
1.  Suasana kelas menjadi lebih hidup, anak menjadi aktif, pengetahuan siswa terhadap konsep sains menjadi meningkat, pembelajaran menjadi bervariatif, materi yang disajikan lebih mudah diserap anak.
2.  Mampu meningkatkan kecerdasan dan pemahaman anak tentang sifat udara dengan demikian kematangan perkembangan anak menjadi lebih baik dalam mengenal konsep sains sederhana.

B.       Analisis hasil pembelajaran
Berdasarkan hasil observasi di lapangan, penulis melihat kebanyakan dari guru banyak yang belum menggunakan media atau menggunakan alat peraga yang kurang menarik, guru masih banyak menggunakan metode ceramah yang menyebabkan anak menjadi cepat bosan.

BAB IV
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Masa usia dini adalah masa yang tepat  untuk penanaman pembelajaran yang berkesan, karena anak bersifat aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Hal ini diharapkan pengalaman yang mereka terima akan benar-benar mereka bawa sampai dewasa nanti. Produk sains meliputi fakta, konsep, teori, prinsip dan hukum. Untuk anak prasekolah fakta dan konsep sederhana dapat dipelajari melalui kegiatan bermain. Benda-benda yang digunakan bermain dalam kegiatan pembelajaran adalah benda yang konkrit (nyata).
Anak usia 4-6 tahun masih sulit menghubungkan sebab akibat yang tidak terlihat secara langsung karena pikiran mereka yang bersifat transduktif. Jika anak melihat peristiwa secara langsung, membuat anak mampu mengetahui hubungan sebab akibat yang terjadi. Dalam hal ini tentang sifat udara, yaitu udara menempati ruang dan udara memberikan tekanan.
Oleh karena itu dibutuhkan media yang mampu memberikan penjelasan tentang sifat udara. Dengan percobaan kompor udara ini anak lebih termotivasi dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sains. Percobaan tersebut melatih anak menghubungkan sebab dan akibat dari suatu perlakuan sehingga melatih anak berpikir logis. Di samping itu, dapat pula melatih anak bersikap cermat, karena anak harus mengamati dan mengambil keputusan.

A.      Saran
Untuk meningkatkan keberhasilan pembelajaran sains mengenal sifat udara di Taman Kanak-kanak atau di Raudhatul Athfal guru dapat menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan media kompor udara sehingga anak menjadi antusias dan tertarik dalam pembelajaran sains serta dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.


DAFTAR PUSTAKA




Permendiknas Nomor. 58 Tahun 2009 Tentang Standar Pendidikann Anak Usia Dini


http://brainly.co.id/tugas/269957


http://www.pengertianahli.com/2013/12/pengertian-sains-apa-itu-sains.html#_


23 Februari 2016

Metode Pembelajaran Anak TK

Standard
Sebelum kita melihat metode pembelajaran di Taman Kanak-kanak, terlebih dahulu kita lihat pengertian dari 
metode pembelajaran. Metode pembelajaran adalah metode yang digunakan pendidik dalam  mengajar. ini merupakan salah satu kunci pokok keberhasilan suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Pemilihan metode yang akan digunakan harus relevan dengan tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran adalah cara yang dilakukan pendidik untuk membelajarkan anak agar mencapai kompetensi yang ditetapkan.


Metode metode pembelajaran yang dapat digunakan di Taman Kanak–Kanak antara lain yaitu  metode bercerita,metode bercakap-cakap,metode tanya jawab,metode Karyawisata, metode demonstrasi, metode sosiodrama atau bermain peran,metode eksperimen, metode proyek, dan metode pemberian tugas. 

Secara lebih rinci Metode pembelajaran di Taman Kanak–Kanak adalah sebagai berikut:
   
A.Metode Bercerita  : 
Metode bercerita adalah cara bertutur kata dan penyampaian cerita atau  memberikan Penjelasan tentang suatu cerita kepada anak  secara lisan.

B.Metode Bercakap-cakap
Metode bercakap-cakap berupa kegiatan bercakap-cakap atau bertanya  jawab antara anak dengan guru atau antara anak dengan anak.Bercakap-cakap dapat dilaksanakan dalam bentuk:
  1. bercakap-cakap bebas
  2. bercakap-cakap menurut tema
  3. bercakap-cakap berdasarkan gambar seri
  4. Dalam bercakap-cakap  bebas kegiatan tidak terikat dengan  tema,tetapi  pada kemampuan yang diajarkan Bercakap-cakap menurut tema tertentu .Bercakap-cakap berdasarkan  gambar seri menggunakkan gambar seri sebagai bahan pembicaraan.

C.Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara pendidi dan anak. pendidik bertanya anak menjawab atau anak bertanya pendidik menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara pendidik dan anak didik. 

Metode Tanya Jawab dilaksanakan dengan cara mengajukan pertanyaan tertentu kepada anak. Metode ini digunakan untuk :
  1. Mengetahui pengetahuan  dan pengalaman yang telah dimiliki anak,
  2. Memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya,
  3. Mendorong keberanian anak untuk mengemukakan pendapat.

Beberapa hal yang penting diperhatikan dalam metode tanya jawab ini antara lain: 

Tujuan yang akan dicapai dari metode tanya jawab.
a) Untuk mengetahui sampai sejauh mana materi pelajaran yang telah dikuasai oleh siswa.
b) Untuk merangsang siswa berfikir.
c) Memberi kesempatan pada siswa untuk mengajukan masalah yang belum dipahami.

Jenis pertanyaan.
Pada dasarnya ada dua pertanyaan yang perlu diajukan, yakni pertanyaan ingatan dan pertanyaan pikiran:
a) Pertanyaan ingatan, dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan sudah tertanam pada siswa. Biasanya pertanyaan berpangkal kepada apa, kapan, di mana, berapa, dan yag sejenisnya.
b) Pertanyaan pikiran, dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana cara berpikir anak dalam menanggapi suatu persoalan. Biasanya pertanyaan ini dimulai dengan kata mengapa, bagaimana.

Tehnik mengajukan pertanyaan.
Berhasil tidaknya metode tanya jawab, sangat bergantung kepada tehnik guru dalam mengajukan pertanyaanya. Metode tanya jawab biasanya dipergunakan apabila:
1) Bermaksud mengulang bahan pelajaran.
2) Ingin membangkitkan siswa relajar.
3) Tidak terlalu banyak siswa.
4) Sebagai selingan metode ceramah

D.Metode Karyawisata
Metode yang dilakukan dengan mengajak anak mengunjungi obyek-obyek yang sesuai  dengan tema

E.Metode Demonstrasi
Metode Demonstrasi adalah metode yang dilakukan dengan cara menunjukkan cara atau memperagakan suatu cara atau suatu ketrampilan.Tujuannya agar anak dapat memahami  dan dapat melakukan dengan benar,misalnya mengupas buah,memotong rumput,menanam bunga, mencampur warna,meniup balon kemudian melepaskannya,menggosok gigi,mencuci tangan,dan lain-lain. 

F.Metode Sosiodrama atau  bermain peran
Metode sosiodrama  adalah cara memberikan pengalaman kepada anak melalui bermain peran ,yakni anak diminta memainkan peran tertentu dalam suatu permainan peran.Misalnya ,bermain jual beli sayur-mayur,bermain menolong orang yang jatuh,bermain menyayangi keluarga dan lain-lain  

G.Metode Eksperimen
Metode Eksperimen adalah cara memberikan pengalaman kepada anak dimana anak memberikan perlakuan terhadap sesuatu dan mengamati akibatnya .Misalnya ,balon ditiup ,warna yang dicampur,air dipanaskan,tanaman disiram dan tidak disirami dan lain-lain

H.Metode Proyek
Metode Proyek adalah cara memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan alam sekitar dan kegiatan sehari-hari sebagai bahan pembahasan melalui bebagai kegiatan.

I.Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas adalah metode yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas yang disiapkan oleh guru.

Dalam penerapannya metode pembelajaran di atas dapat dilakukan dengan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan akhir pembelajaran secara lebih terperinci. Adapun jenis-jenis strategi dan penerapan strategi pembelajaran untuk anak TK meliputi hal-hal sebagai berikut :

A. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak

1.Strategi Pembelajaran Umum
2.Strategi Pembelajaran Khusus

Tips Pendidikan Anak

Standard
Berfokus pada pendidikan anak Anda telah menjadi hal yang lebih penting sekarang daripada sebelumnya. Anda tidak hanya memastikan bahwa anak-anak Anda pergi ke sekolah terbaik tetapi juga memastikan bahwa pendidikan mereka menyediakan mereka dengan segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk masa depan.
Banyak orang tua merasa sulit untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka, terutama untuk orang tua yang bekerja. Tapi orang tua harus bersedia berkorban demi kemajuan pendidikan anaknya. Lihatlah beberapa tips berikut ini yang akan membantu Anda memastikan bahwa anak Anda menerima jenis pendidikan yang diajarkan dengan benar.
Pertama, Anda harus memahami kemampuan anak Anda. Anda perlu memahami kemampuan mereka sebelum Anda mulai mengajari mereka sesuatu yang baru. Setiap anak memiliki kebutuhan, kemampuan dan kekuatan yang berbeda. Sangat penting untuk memahami anak Anda sendiri dan tidak membandingkannya dengan anak-anak yang lain. Beberapa anak mungkin memiliki kecepatan belajar yang lebih lambat dibandingkan dengan orang lain dan sebagai orang tua, Anda akan perlu mengidentifikasi itu. Luangkan waktu bersama anak Anda untuk memahami dirinya dan keterampilannya serta menilai seberapa tajam dia dalam memilah hal-hal baru. Anda harus memahami mereka jika Anda benar-benar ingin mereka belajar bisa belajar dengan baik.
Pastikan bahwa lingkungan tempat anak Anda belajar adalah lingkungan belajar yang baik. Lingkungan sangat mempengaruhi kemampuan seorang anak untuk belajar. Anak membutuhkan lingkungan yang memungkinkan dia untuk berkonsentrasi. Bermain dan belajar harus seiring sejalan, sehingga harus ada beberapa kegiatan bermain bersama dan beberapa kegiatan pendidikan.
Pastikan bahwa anak Anda aman. Jangan memarahi mereka jika mereka membuat kesalahan, karena kesalahan adalah langkah pertama untuk memperbaiki kesalahan. Biarkan anak-anak belajar dari kesalahan mereka. Ini membantu mereka belajar progresif dan memperkuat landasan pendidikan mereka. Cobalah untuk menjaga kepentingan mereka dengan membuat proses belajar menyenangkan.
Membantu anak berprestasi dengan meningkatkan kemampuan mereka. Membuat mereka belajar untuk mengharapkan lebih dari apa yang mereka bisa. Dorong mereka untuk menjadi lebih baik tetapi jangan sampai terlalu memaksa mereka. Pikirkan kemampuan anak untuk menjadi lebih baik dan kemudian menetapkan batas yang realistis bagi mereka untuk mencapainya.
Jika Anda benar-benar ingin anak Anda belajar, Anda perlu bersabar. Pikiran anak-anak masih berkembang dan Anda harus memberi mereka waktu. Anda harus konsisten dalam usaha Anda dan harus mengajar mereka bukan untuk kepentingan itu, tapi untuk memastikan bahwa mereka belajar sesuatu. Membangun ikatan positif dengan anak Anda sehingga dia merasa nyaman belajar dengan Anda. Jika Anda terlalu sibuk atau bersikap kasar kepadanya, anak Anda mungkin akan takut kepada Anda. Ini akan menghambat proses belajar dan anak mungkin akan kehilangan minat dalam pendidikannya.
Sebagai orang tua, Anda harus aktif dalam membimbing anak dan memastikan mereka mendapatkan lembaga pendidikan yang tepat. Temukan sekolah terbaik untuk mereka, tapi Anda tetap harus membimbing mereka sepulang dari sekolah dan membantu mereka serta mengajarkan mereka hal-hal baru untuk mereka pahami